Demo Mahasiswa di Pontianak Berlanjut, Kecam Sikap Represif Aparat dan Tagih 19 Juta Lapangan Kerja

29 Agustus 2025 18:01 WIB
Aksi mahasiswa unjuk rasa di DPRD Kalbar, Jumat (29/8/2025). (Insidepontianak.com/Andi Ridwansyah)

PONTIANAK, insidepontianak.com - Gelombang demonstrasi menutut pembatalan kenaikan tunjangan dan gaji DPR di Pontianak terus berlanjut hingga Jumat (29/8/2025) sore.

Ratusan mahasiswa kembali menggerudug kantor Parlemen Kalbar, di bilangan Jalan Ahmad Yani.

Kali ini, mahasiswa menambah tuntutannya. Mereka tak hanya mendesak pembatalan tunjangan DPR di tengah ekonomi yang sulit.

Tapi juga menyoroti kinerja Satgas PKH di Kalbar, menagih penyediaan lapangan kerja yang dijanjikan pemerintah pusat, dan mengecam sikap represif aparat terhadap demonstran.

“Tuntutan kami hari ini mencakup aspek keamanan, keadilan sosial, pemerataan pembangunan, dan jaminan kesejahteraan,” ucap Wakil Ketua DPD GMNI Kalbar, Sisilius Rami.

Berikut penjelasan lima tuntutan mahasiswa dalam aksi demo hari ini:

Pertama, mendesak agar Kapolresta Pontianak dicopot, karena dinilai gagal mencegah anggotanya melakukan represifitas, sehingga meenyebabkan sejumlah demonstran terluka.

Kedua, menolak kenaikan penghasilan DPR yang fantastis yang tidak sejalan dengan kondisi ekonomi rakyat, serta menuntut adanya keadilan dalam alokasi anggaran negara.

Ketiga, mendesak DPRD Kalbar mengevaluasi kinerja Satgas PK. Sebab angka pengangguran semakin tinggi akibat pemutusan hubungan kerja di mana-mana.

Keempat, meminta agar pemerataan sarana dan prasarana pendidikan sebagai investasi penting untuk masa depan generasi muda.

Kelima, menagih realisasi penyediaan 19 Juta lapangan kerja demi mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hingga saat ini aksi demonstrasi mahasiswa masih berlangsung di DPRD Kalbar.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : Abdul Halikurrahman

Leave a comment

huja

Berita Populer

Seputar Kalbar