Polisi Tembakkan Gas Air Mata Bertubi-tubi di Bundaran Digulis Untan, Demonstran Putar Arah

PONTIANAK, insidepontianak.com – Situasi semakin memanas di sekitar Bundaran Digulis Untan, Pontianak, Jumat (28/8/2025) malam.
Aparat kepolisian terus berupaya memukul mundur demonstran yang sejak sore melakukan unjuk rasa menolak kenaikan tunjangan dan gaji DPR di Parlemen Kalbar.
Massa terus melakukan perlawanan setelah aparat berupaya membubarkan mereka. Kini, kericuhan masih terjadi.
Tembakan gas air mata bertubi-tubi dilepaskan polisi untuk memecah konsentrasi massa di Bundaran Digulis.
Masyarakat yang berada di lokasi tampak lari berhamburan. Mereka sebagian tekena gas air mata.
"Mata perih, perih…" pekin satu warga sambil berlari.
Sementara, demonstran tak bergeming. Kejar-kejaran antara polisi dan pendemo tak terhindarkan. Lemparan batu mengujani aparat yang berseragam pengaman lengkap.
Demo mahasiswa sudah terjadi tiga hari berturut-turut. Hari ini, mahasiswa di Pontianak menyuarakan lima tuntutan.
Pertama, menolak kenaikan tunjangan DPR RI yang dinilai mencederai rasa keadilan sosial.
Kedua, mendesak pencopotan Kapolresta Pontianak buntut dugaan represifitas aparat pada aksi sebelumnya.
Ketiga, menuntut pemerataan pembangunan di Kalimantan Barat.
Keempat, mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset sebagai upaya pemberantasan korupsi.
Kelima, menagih komitmen pemerintah atas janji penciptaan lapangan kerja.***
Penulis : Gregorius
Editor : Abdul Halikurrahman
Tags :

Leave a comment