Hadiah Akhir Tahun 2025, PLN Operasikan Pembangkit EBT di Kalbar

1 Januari 2026 17:29 WIB
Overview PLTBm milik PT Pundi Global Investama kapasitas 5 MW, siap masuk sistem kelistrikan kalimantan barat yang berlokasi di Kuala Mandor, Kubu Raya. (Istimewa)

KUBU RAYA, insidepontianak.com – PLN UID Kalimantan Barat resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) Kuala Mandor, berkapasitas 5 MW. 

Operasional ditandai dengan penandatanganan Commercial Operation Date (COD) bersama PT Pundi Global Investama (PGI), pada Rabu (31/12/2025). 

PLTBm ini berlokasi di Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya. Pembangkit telah rampung dibangun dan siap beroperasi komersial.

Senior Manager Perencanaan PLN UID Kalimantan Barat, Anton Sugiarto, mengatakan PLTBm Kuala Mandor memakai teknologi direct combustion. 

Proyek dikembangkan lewat skema Independent Power Producer (IPP) dengan pola Build, Own, Operate, and Transfer (BOOT) selama 20 tahun.

“Listrik dari PLTBm Kuala Mandor disalurkan melalui jaringan 20 kV Penyulang Korek–GI Ambawang–Tayan. Ini memperkuat keandalan pasokan listrik Kalimantan Barat,” ujar Anton.

Pembangkit biomassa ini sejalan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menempatkan energi baru terbarukan sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional.

Targetnya menaikkan bauran energi bersih, menurunkan biaya pokok penyediaan listrik, serta meningkatkan keandalan sistem dan kualitas tegangan di Kalbar.

Lebih dari itu, PLTBm Kuala Mandor menjadi wujud transformasi PLN berbasis prinsip Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused. 

Selain ramah lingkungan, pembangkit ini juga memanfaatkan potensi lokal dan diharapkan mendorong ekonomi masyarakat sekitar.

Direktur Utama PT Pundi Global Investama, Suroso Mitrohardjono, mengapresiasi dukungan PLN hingga proyek beroperasi. 

Ia menyebut kerja sama ini dimulai sejak penandatanganan nota kesepahaman pada 2017 di Palangka Raya.

“Kami bergerak di pengolahan kelapa sawit, sehingga memiliki potensi biomassa. Kapasitas 5 MW ini proyek perdana kami. Ke depan, terbuka peluang dikembangkan hingga 10 MW jika operasional berjalan baik,” katanya.

General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria Goretti Indrawati Gunawan, menegaskan COD ini bukan sekadar operasional pembangkit. Ini simbol komitmen PLN menghadirkan energi hijau dan berkelanjutan.

“PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi memastikan listrik dihasilkan secara bersih, efisien, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat. Kami berharap PLTBm Kuala Mandor beroperasi andal dan memberi manfaat luas bagi daerah dan Indonesia,” tutup Maria.***


Penulis : Dina Prihatin Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar