Banjir Landak Meluas, BPBD Pantau Ancaman Air Kiriman
LANDAK, Insidepontianak.com - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Landak. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, banjir di beberapa kecamatan diduga dipicu oleh aliran air dari wilayah hulu.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan berpotensi meluas apabila curah hujan kembali meningkat.
Desa Sepangah, Desa Serimbu, dan Desa Jambu Tembawang dilaporkan masih mengalami kenaikan tinggi muka air. Banjir juga mulai terjadi di Kecamatan Kuala Behe.
Di Kecamatan Jelimpo, banjir di Desa Kersik Belantian hingga kini belum surut.
Di Kecamatan Mempawah Hulu, banjir masih berlangsung di Desa Parigi, Desa Pahong, dan Desa Karangan.
BPBD juga mengingatkan adanya ancaman banjir kiriman yang dapat berdampak pada Desa Garu dan Desa Sampuro. Genangan air di sejumlah desa tersebut menyebabkan akses antarpermukiman terganggu dan membatasi aktivitas warga, terutama untuk bekerja dan bersekolah.
Kepala BPBD Kabupaten Landak, Stefanus Suseno Caroko, mengatakan bahwa hasil pemantauan dan laporan dari pemerintah desa serta kecamatan menunjukkan banjir di Kecamatan Air Besar berasal dari
wilayah hulu.
“Berdasarkan laporan desa dan kecamatan, banjir di Air Besar dimulai dari hulu. Hal yang sama terjadi di Kampet, yang menerima banjir kiriman dari Desa Untang pada malam sebelumnya,” ujar Stefanus, Sabtu (10/01/2025).
Meski demikian, kondisi di sejumlah wilayah mulai membaik. Banjir berangsur surut di Desa Tunang dan Desa Mentonyek, Kecamatan Mempawah Hulu.
Di Kecamatan Air Besar, genangan air mulai menurun di Dusun Pulo Desa Nyari, Dusun Anyang Desa Merayuh, serta Dusun Singaraja Desa Tengu’we.
Penurunan air juga terjadi di Desa Untang, Desa Kampet, dan Desa Padang Pio, Kecamatan Banyuke Hulu.
Surutnya banjir di sejumlah titik mulai memulihkan aktivitas warga. Akses transportasi dari arah Sompak menuju Pontianak dikabarkan kini sudah dapat dilalui kendaraan, meski warga masih diminta berhati-hati karena beberapa ruas jalan licin dan tergenang.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Harapannya, tidak terjadi penambahan volume air akibat hujan,” sebut Stefanus. (*)
Penulis : Ya Wahyu
Editor : -
Tags :

Leave a comment