Karhutla di Selakau Tua Sambas, Manggala Agni Minta Bantuan Pemadaman Udara

20 Januari 2026 12:07 WIB
Tim Manggala Agni melakukan pemadaman kebakaran lahan di Selakau Tua Sambas, Senin (19/1/2026). (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Selakau Tua, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas.

Api menghanguskan lahan gambut kedalam dua meter, seluas sekitar 24 hektare, sejak Senin (19/1/2026).

Upaya pemadaman terus dilakukan. Tim gabungan dikerahkan. Namun, api belum sepenuhnya terkendali.

Manggala Agni pun mengajukan permintaan bantuan pemadaman melalui udara karena kebakaran terus meluas.

Komandan Regu Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Ersan, mengatakan area yang terbakar merupakan kawasan hutan produksi.

Lokasinya berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga. Vegetasi yang terbakar didominasi pakis, ilalang, resam, dan tanaman sawit. Kondisi ini membuat api cepat menjalar.

“Perkiraan luas kebakaran mencapai 29,4 hektare. Sementara yang berhasil dipadamkan baru sekitar satu hektare,” ujar Ersan.

Pemadaman dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dari parit sedalam tiga meter, dengan tinggi muka air sekitar 70 sentimeter.

Namun, keterbatasan akses menjadi kendala utama di lapangan. Sejumlah peralatan pemadam sudah dikerahkan. Mulai dari jet shooter, mesin pompa, hingga selang dan nozzle. 

Menurut Ersan, tipe kebakaran yang dihadapi adalah kebakaran bawah atau ground fire. Sehingga metode pemadaman dilakukan dengan teknik pemotongan jalur api.

Fokus penanggulangan di hari pertama adalah melakukan lokalisir untuk mencegah api merembet ke kebun warga di sekitar lokasi.

“Kendala sekaran cuaca panas ekstrem disertai angin kencang. Ini mempercepat api menjalar. Akses ke lokasi juga sulit, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua,” jelasnya.

Dengan luas area terbakar dan keterbatasan akses darat, Manggala Agni merekomendasikan pemadaman dari udara.

“Kami berharap dukungan pemadaman udara segera diberikan agar api bisa dikendalikan dan tidak mengancam kebun maupun permukiman warga,” pungkas Ersan.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar