DPRD Sanggau Datangi Pertamina, Soroti Kelangkaan dan Harga Tinggi LPG 3 Kg

14 Januari 2026 14:01 WIB
DPRD Sanggau saat mengunjungi PT. Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Barat, Rabu (14/1/2026). (insidepontianak.com/Greg)

SANGGAU, insidepontianak.com - Sebanyak 10 anggota DPRD Kabupaten Sanggau mendatangi PT. Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Kalimantan Barat, Rabu (14/1/2026).

Tujuannya jelas, untuk mempertanyakan kelangkaan serta tingginya harga gas elpiji 3 kilogram yang dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah akhir-akhir ini.

Ketua DPRD Sanggau, Hendrikus Hengki, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan sebagai respons atas kondisi di lapangan, terutama sejak awal tahun 2026, di mana terjadi penurunan kuota elpiji bersubsidi untuk Kabupaten Sanggau.

Di awal tahun 2026 misalnya, ia mengungkapkan terjadi penurunan kuota elpiji 3 kg untuk Kabupaten Sanggau, kurang lebih sebesar 6,7 persen. 

"Ini yang kemudian berdampak pada kelangkaan di masyarakat,” kata Hengki.

Berdasarkan data yang diterima DPRD Sanggau, kuota elpiji 3 kg Sanggau tahun 2026 tercatat sebesar 11.794 metrik ton, turun dibandingkan realisasi penyaluran tahun 2025 yang mencapai 12.642 metrik ton atau sekitar 4,2 juta tabung.

Selain itu, Hengki menyoroti persoalan distribusi lintas wilayah, di mana terdapat beberapa dusun di wilayah perbatasan, seperti di Senaning, yang masyarakatnya justru mengambil elpiji ke wilayah lain. 

Sebagaimana diketahui, Kabupaten Sanggau diketahui berbatasan langsung dengan Kabupaten Sintang, Bengkayang, dan Landak, sehingga terdapat potensi kuota elpiji yang seharusnya untuk Sanggau justru terserap ke daerah lain.

"Ini yang perlu ditata, supaya kuota yang menjadi hak Sanggau benar-benar dinikmati masyarakat Sanggau,” tegas legislator PDI-P itu.

Karena itu, Hengki meminta Pertamina bersama pemerintah daerah untuk lebih ketat mengawasi penyaluran elpiji 3 kg, agar tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Sebab, elpiji 3 kg ini merupakan subsidi untuk masyarakat kurang mampu. Bukan untuk dunia usaha, seperti restoran, hotel, atau pihak-pihak yang mampu. 

"Kalau ada yang menggunakan di luar peruntukannya, itu jelas menyalahi aturan,” ujarnya.

Selain itu, di lapangan, kata Hengki, kelangkaan elpiji 3 kg turut berdampak pada lonjakan harga. 

"Di beberapa kampung harga elpiji 3 kg mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)," terangnya.

Semntara itu, SBM Kalbar V Gas Pertamina, Muhammad Fadlan Ariska, memastikan secara umum stok elpiji 3 kg di Kabupaten Sanggau dalam kondisi aman. 

Namun, Pertamina mengakui adanya peningkatan permintaan masyarakat pasca Natal dan Tahun Baru yang memicu tekanan di tingkat distribusi.

“Secara penyaluran sebenarnya tidak ada masalah. Namun untuk menjaga kondusivitas, kami akan menambahkan stok elpiji 3 kg ke Kabupaten Sanggau agar level pangkalan tetap terjaga,” jelas Fadlan.

Ia memaparkan, saat ini Kabupaten Sanggau memiliki 290 lembaga penyalur elpiji, terdiri dari 1 SPBE, 7 agen, dan 282 pangkalan aktif. 

Sepanjang Januari 2026, Pertamina telah melakukan penyaluran tambahan (extradropping) sebanyak 14 ribu tabung pada 1 Januari 2026. Dan merencanakan penyaluran tambahan sekitar 26.320 tabung pada minggu ketiga Januari

“Kami lakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan menjelang Isra Miraj 2026,” ujarnya.

Fadlan menegaskan, mekanisme penyaluran elpiji 3 kg telah diatur pemerintah, termasuk HET yang ditetapkan melalui SK Bupati maupun Gubernur, tergantung jarak wilayah dari SPBE.

“Kami akan memperbaiki pola distribusi agar lebih merata dan tepat sasaran," ungkapnya.

Dan apabila masyarakat menemukan penyaluran yang tidak sesuai aturan, ia menyarankan untuk melapor ke call center Pertamina 135 atau berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

Dengan pertemuan tersebut, DPRD Sanggau berharap penataan distribusi elpiji 3 kg dapat segera dilakukan, sehingga kelangkaan dan lonjakan harga tidak lagi membebani masyarakat kecil di Kabupaten Sanggau. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar