Siap-Siap! Imbas Harga RAM Global Meroket, Produk Laptop Terancam Naik pada 2026?

2 Januari 2026 09:50 WIB
Ilustrasi laptop Asus/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com - ASUS Indonesia memastikan akan ada penyesuaian harga pada sejumlah perangkatnya terutama di segmen consumer pada 2026, menyusul kenaikan harga komponen global seperti RAM yang juga berdampak ke banyak merek teknologi lainnya.

“Pasti, kalau naik (harga) pasti. Kalau consumer pasti naik, karena mereka sudah tidak bisa subsidi silang.” ujar Country Commercial Product Marketing ASUS Indonesia Aldy Ramadiansyah di Jakarta, Selasa.

Manajemen ASUS Indonesia menyebutkan, pihaknya saat ini masih menunggu persetujuan dari kantor pusat terkait pengumuman resmi kenaikan harga tersebut. Meski demikian, secara internal ASUS sudah menyiapkan skema penyesuaian harga.

“Sekarang kami masih menunggu dan meminta saran ke ASUS pusat terkait penyesuaian harga. Kami juga sudah siap membuat announcement (pengumuman), sekarang masih menunggu persetujuan dari pusat, karena merek-merek lain sudah melakukan announcement harga berubah.” kata Aldy.

Mengenai besaran kenaikan harga produk ASUS, mulai dari ponsel hingga laptop, belum dapat dipastikan, namun perusahaan menyebut kenaikan sejalan dengan tren pasar yang saat ini sudah lebih dulu dilakukan oleh sejumlah merek lain.

ASUS menegaskan bahwa penyesuaian harga bukan keputusan sepihak di tingkat lokal, melainkan mengikuti dinamika global dan kebijakan kantor pusat seiring meningkatnya biaya produksi perangkat.

Diketahui, terjadi kenaikan harga pada komponen RAM (Random Access Memory), yang juga berdampak pada harga SSD (Solid State Drive), disebut-sebut dipicu oleh lonjakan permintaan besar-besaran untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Proyek infrastruktur AI membutuhkan memori sangat banyak, membuat pasokan untuk perangkat konsumen (PC, laptop, HP) menjadi langka dan harga melonjak drastis sejak pertengahan 2025 dan diprediksi berlanjut di 2026.

Mengutip PCGamer pada akhir November lalu, CyberPowerPC menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengumumkan dampak kenaikan harga secara terbuka. Perusahaan teknologi tersebut mengungkap bahwa harga RAM melonjak 500 persen, sementara harga SSD naik 100 persen. (ANT)


Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar