Bupati Karolin Dorong Kepala Desa di Landak Susun Program Prioritas Pembangunan

19 Januari 2026 13:07 WIB
Bupati Kabupaten Landak ketika memberikan arahan dalam apel peringatan hari desa, di Kantor Desa Hilir Tengah, Senin (19/10/2026).

LANDAK, Insidepontianak.com - Kebijakan efisiensi anggaran menempatkan pemerintah desa di Kabupaten Landak pada tantangan baru dalam menjalankan pembangunan.

Dengan ruang fiskal yang semakin terbatas, desa dituntut menyusun prioritas secara lebih rasional dan berbasis kebutuhan warga.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan terhentinya program pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong aparatur desa bekerja lebih cermat dan terukur.

Menurut Bupati Karolin, efektivitas pembangunan desa sangat ditentukan oleh kemampuan kepala desa dalam menentukan persoalan paling mendesak.

Setiap desa memiliki karakteristik dan tantangan berbeda, sehingga kebijakan tidak bisa diseragamkan.

“Efisiensi ini menuntut kita lebih kreatif, inovatif, dan cermat menentukan mana yang lebih prioritas,” ujar Bupati Karolin, Senin (19/01/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah pusat telah menetapkan delapan prioritas pembangunan desa. Namun, pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan dan urgensi kebutuhan masyarakat setempat.

Kesalahan dalam menentukan skala prioritas berisiko membuat anggaran habis tanpa dampak nyata.

Karolin menilai, semestinya Kepala desa diberikan kewenangan menentukan arah kebijakan dengan skala prioritas berdasarkan kebutuhan desa masing-masing dan penggunaan anggaran yang akuntabel serta tepat sasaran.

"Menurut saya, desa seharus diberikan kesempatan memilih dari delapan prioritas ini, mana yang paling mendesak," ucapnya.

Pembangunan diarahkan pada kegiatan yang langsung menyentuh pelayanan dasar dan penguatan ekonomi warga. Program desa seharusnya disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Ia menilai, efisiensi anggaran dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola keuangan desa. Transparansi dan ketepatan sasaran menjadi kunci agar dana desa tetap memberi manfaat optimal. (*)


Penulis : Ya Wahyu
Editor : Wati Susilawati

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar