Kontribusi Pelabuhan Dwikora Minim, PAD Pontianak Bertumpu pada Warung Kopi

14 Januari 2026 09:42 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Dwikora Pontianak. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pelabuhan Dwikora dinilai belum memberi kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pontianak yang kini tengah tertekan efisiensi anggaran sebesar Rp223 miliar.

Pemasukan yang diterima pemerintah kota dari aktivitas pelabuhan hanya berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta layanan air bersih.

“Boleh dikatakan tidak ada kontribusi dari pelabuhan. Tidak ada pajak, tidak ada retribusi. Yang masuk hanya PBB dan pendapatan air bersih ke PDAM,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Rabu (14/1/2025). 

Di sisi lain, sektor warung kopi justru menjadi penopang PAD yang cukup menjanjikan. Hingga kini, tercatat 1.035 warung kopi dan coffee shop beroperasi di Pontianak. Mulai dari usaha tradisional hingga kafe modern.

Sejumlah nama besar seperti Aming Podomoro, 5 CM, dan beberapa kafe lain disebut memiliki omzet tinggi. Namun, besaran kontribusi PAD per tahun belum dihitung secara rinci.

“Secara detail belum kita hitung,” kata Edi.

Yang pasti, sektor ini dikenakan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10 persen yang dibayar konsumen. Namun realisasi pajaknya belum maksimal.

“Secara aturan 10 persen, tapi realisasi di lapangan masih di bawah itu. Banyak faktor. Pengunjung sepi, harga bahan baku naik, jadi belum seimbang,” pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar