Dua ASN Kubu Raya Terindikasi Narkoba, BKPSDM Lakukan Verifikasi Lanjutan

13 Januari 2026 16:20 WIB
Ilustrasi. (IST)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Dua orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kubu Raya ditemukan terindikasi positif menggunakan narkoba.

Indikasi itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan rutin, tes urin yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kubu Raya, pada 29 November 2025 di aula Kantor Bupati Kubu Raya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kubu Raya, Anusapati, membenarkan adanya temuan itu. Dan sedang melakukan verifikasi lanjutan.

“Dari hasil tes kemarin, memang ada beberapa ASN yang terindikasi," kata Anusapati saat dikonfirmasi insidepontianak.com, Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan, tes tersebut merupakan bagian dari program rutin tahunan sebagai langkah preventif untuk menjaga kedisiplinan dan integritas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

"Ini masih dugaan awal dan sedang kami dalami,” tegasnya.

Menurutnya, pihak BKPSDM tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh data dan hasil pemeriksaan benar-benar valid. 

Pendalaman dilakukan melalui koordinasi lanjutan dengan BNN serta instansi terkait.

“Kami tetap mengedepankan verifikasi data. Apakah benar sudah positif mengandung narkoba atau perlu dilakukan pemeriksaan ulang, itu akan kami kaji bersama tim,” jelasnya.

Anusapati menegaskan, apabila nantinya terbukti positif, maka proses penegakan disiplin kepegawaian akan berjalan sesuai aturan yang berlaku. 

BKPSDM akan membentuk tim disiplin untuk menentukan jenis sanksi yang akan diberikan kepada ASN bersangkutan.

“Kalau memang terbukti positif, tentu akan ada sanksi kepegawaian,” tekannya.

Ia menambahkan, bahwa tes urine dilakukan bukan karena adanya kecurigaan khusus terhadap individu tertentu, melainkan murni sebagai langkah pencegahan.

“Kami setiap tahun punya program tes urine untuk ASN. Ini bagian dari upaya preventif agar ASN tidak terjerumus narkoba. Kalau tidak dilakukan, justru bisa dianggap pembiaran,” tegas Anusapati.

Di samping itu, ia mengakui, pelaksanaan tes belum bisa menjangkau seluruh ASN karena keterbatasan anggaran dan kemampuan pemerintah daerah.

“Memang belum maksimal, belum semua ASN bisa ikut tes. Tapi ini tetap kami upayakan sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai pembina kepegawaian,” ujarnya.

Hingga kini, BKPSDM Kubu Raya belum mengungkap identitas maupun instansi asal ASN yang terindikasi narkoba tersebut, dengan alasan masih dalam proses pendalaman dan klarifikasi lanjutan. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar